Cara Menulis Pengalaman Kerja Yang Baik dan Benar

  • Whatsapp
menulis pengalaman kerja

Cara Menulis Pengalaman kerja menjadi hal terpenting didalam melamar pekerjaan, Pengelaman kerja menjadi bahan pertimbangan utama oleh perekrut dalam mencari calon karyawan.

Sehingga ketika menuliskan pengalaman kerja dalam Daftar Riwayat Hidup tidak boleh keliru atau salah, Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa anda tidak bisa mencapai tahap selanjutnya yaitu pertanyaan interview kerja.

Bagaiamana Cara Menulis Pengelaman Kerja yang Baik?

Karena pengalaman kerja menjadi nilai tambah, Maka anda harus membagikan pengelaman bekerja terbaik anda. Tapi ingat jangan semua pengalaman kerja anda masukkan. Nah berikut ini cara menuliskan pengalaman kerja yang baik.

Untuk menghindari kesalahan dalam menuliskan pengalaman kerja di dalam CV yang membuat anda tidak bisa masuk tahap interview. Berikut Cara Menulis Pengalaman Kerja Yang Baik :

Tulis Pengalaman Kerja Dengan Jujur

Hal utama yang harus dilakukan dalam cara menulis pengalaman kerja yang baik dan benar adalah menulis pengalaman dengan jujur. Hindari menulis pengalaman kerja yang palsu atau tidak sesuai dengan kenyataan.

Walaupun pada dasarnya semakin banyak pengalaman kerja semakin bagus, Tapi hindari penulisan pengalaman kerja yang dilebih – lebihkan dengan kepalsuan dan kebohongan.

Jika kedepannya anda dipanggil interview oleh pihak perusahaan, namun ketika diwawancara anda tidak bisa menjelaskan pengalaman kerja yang anda tulis karena tidak jujur. Sudah dipastikan anda akan sulit untuk bisa diterima kerja di perusahaan tersebut.

Perlu diketahui pihak HRD atau pewawancara ketika interview kebanyakan akan mengetahui apakah pengalaman kerja tersebut ditulis dengan jujur atau tidak. Maka dari itu tuliskan pengalaman kerjamu dengan jujur dan apa adanya.

Tuliskan Pengalaman Kerja Secara Detail

Tentunya pemberian informasi pengalaman kerja secara detail harus sesuai dengan kenyataan yang ada. Jangan menuliskan pengalaman kerja yang bertele – tele dan terlalu panjang.

Menulis pengalaman kerja secara detail mengenai pengalaman kerja sebelumnya, Mulai dari kontribusi, Posisi, dan tahun anda bekerja. Hal tersebut akan membuat nilai tambah pada CV yang anda tuliskan.

Tuliskan Pengalaman Kerja Dalam Bentuk Bullet Point

Sangat dianjurkan jika menulis pengalaman dalam bentuk bullt point atau numbering. Jangan tuliskan pengalaman kerja anda dalam bentuk paragraf. Ketika anda menuliskan pengalaman kerja dalam bentuk paragraf yang panjang hal ini sangat fatal.

Perekrut akan merasa bosan membaca pengalaman kerja yang anda tulis, Sehingga hasil tulisan pengalaman kerja anda tersebut sia – sia. Bukan hanya merasa bosan, Perekrut bisa saja tidak bisa mengerti apa yang kamu tuliskan karena paragraf yang terlalu panjang.

Tulis Pengalaman Kerja Yang Berkaitan Dengan Posisi Yang Kamu Incar

Jika anda ingin mendapat nilai tambah, Sangat dianjurkan menuliskan pengalaman kerja yang berkaitan dengan posisi yang kamu incar. Cara ini bisa anda terapkan pada penulisan pengalaman kerja anda.

Jika anda mengincar posisi Marketing, tuliskan pengalaman kerja yang berkaitan dengan posisi tersebut. Jika memang anda tidak mempunyai banyak pengalaman kerja, anda bisa menyebutkan pengalaman kerja terbaik anda. Tentunya melihat dan menerapkan poin – poin yang sudah disebut diatas.

Jangan Tulis Semua Pengalaman Kerja

Sesuai dengan poin nomor empat diatas, sebaiknya jangan menulis pengalaman kerja terlalu banyak. Walaupun hal tersebut membuktikan bahwa kamu layak diterima di perusahaan tersebut, Namun itu kurang baik bagi CV kamu.

Ketika kamu menuliskan semua pengalaman kerja kamu, Hal tersebut akan memenuhi CV yang anda buat, Hal tersebut sangat tidak baik. Sangat disarankan menulis pengalaman kerja terbaik kamu, Dan sebaiknya tulislah pengalaman kamu bekerja maksimal 10 tahun belakangan.

Hal Yang Dihindari Ketika Menuliskan CV Pengalaman Kerja

Hal Yang Dihindari Ketika Menuliskan Pengalaman Kerja

Ketika kamu menuliskan CV pengalaman kerja, ada beberapa hal yang harus dihindari. Hal ini membantu kamu untuk bisa mencapai tahap interview atau wawancara dan lulus tahap tersebut.

Berikut Informasi mengenai beberapa hal yang harus dihindari ketika menuliskan pengalaman kerja. apa saja?

Pengalaman Kerja tidak Sesuai

Jangan sesekali menuliskan pengalaman kerja yang tidak sesuai, Atau berbohong. Baik dari segi posisi atau kontribusi pada perusahaan sebelumnya.

CV Pengalaman kerja Terlau Penuh

Ketika anda menuliskan daftar riwayat hidup anda, sangat tidak anjurkan CV anda penuh dengan tulisan baik dari data riwayat hidup dan pengalaman kerja anda. Hal tersebut akan menimbulkan nilai buruk.

Pengalaman Kerja Terlalu Panjang

Tidak perlu menuliskan pengalaman kerja yang terlalu panjang karena ini bukan bentuk karangan, Pastikan pengalaman kerja anda ringkas, simpel, dan detail.

Pengalaman Kerja Ditulis Banyak Tapi Tidak Berkaitan

Ketika anda menuliskan semua pengalaman kerja anda secara kesuluruhan, namun banyak yang tidak berkaitan dengan perusahaan dan posisi yang anda incar. Hal tersebut sia – sia dan menimbulkan citra buruk pada CV anda karena terlalu penuh dengan tulisan.

Kesimpulan :

Tampilan Daftar Riwayat hidup (CV) dan isi dari CV tersebut sangat mempengatuhi apakah anda mendapat panggilan interview atau tidak pada perusahaan yang anda lamar.

Intinya jangan biarkan CV kamu penuh dengan tulisan yang tidak begitu penting. Cukup tuliskan dengan ringkas, detail nan simpel.

Pos terkait